0 Comment

Presiden Joko Widodo seorang diri mendatangi Kampung Tambak Lorok, Semarang pada Sabtu (2/2) tengah malam. Di sebuah warung kopi, Jokowi mengorek cerita para nelayan.

Jokowi menghampiri para nelayan di warung kopi yang berada di dermaga dan mulai berbincang mengenai kondisi kampung, perekonomian, hingga proses pembangunan Kampung Bahari di sana yang sudah mulai sejak tahun 2015.

"Beliau lihat-lihat kondisi pekerjaan proyek yang dulu beliau datangi tahun 2014 dan tanya-tanya warga terkait ekonominya gimana, sesudah ada proyek ini gimana," tutur Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Ahmad Sueb saat berbincang dengan wartawan, Senin (18/2).

Sueb bercerita, awalnya dia melihat sosok pria berkemeja putih duduk di tambatan tali perahu pada sekitar pukul 23.00 WIB. Pria itu sedang berbincang dengan tiga orang nelayan.

Namun Sueb dan nelayan yang sedang berada di warung kopi mengira sosok itu adalah pekerja proyek Kampung Bahari.

"Lha malam-malam, saya kira pekerja proyek, saat menghampiri baru tahu itu Pak Jokowi," lanjutnya.

Jokowi menghampiri para nelayan di warung kopi dan mulai berbincang mengenai kondisi kampung, perekonomian, hingga proses pembangunan Kampung Bahari di sana yang sudah mulai sejak tahun 2015.

"Beliau lihat-lihat kondisi pekerjaan proyek yang dulu beliau datangi tahun 2014 dan tanya-tanya warga terkait ekonominya gimana, sesudah ada proyek ini gimana," tutur Sueb.

"Beliau lihat-lihat kondisi pekerjaan proyek yang dulu beliau datangi tahun 2014 dan tanya-tanya warga terkait ekonominya gimana, sesudah ada proyek ini gimana," imbuhnya.

Warga, lanjut Sueb, menjawab Jokowi terkait baik buruknya pembangunan talut di sana. Warga juga berharap agar ada penahan gelombang agar ketika angin barat datang gelombang tidak menghempas kapal-kapal di dermaga.

"Ada yang menyampaikan soal pemecah gelombang karena kalau pas 'baratan' (angin barat), gelombang masuk sungai jadi kapal goyangnya keras, sampai saling bertubrukan," ujarnya.

Ada juga warga yang mengatakan takut menjemur ikan teri di jalan sekat proyek, tapi Jokowi justru mempersilakan, termasuk menjemur di dermaga pun tidak apa-apa.

"Ada yang usul masalah penjemuran ikan asin, Bapak (Jokowi) bilang kenapa kok susah jemur ikan, kan di sini dermaga bisa. (Warga menjawab) katanya tidak boleh. Bapak bilang yang tidak bolehkan siapa, tidak apa-apa," kata Sueb.

Sueb juga menceritakan aksinya mengawal Jokowi saat berkeliling di lokasi dermaga. Dia menjelma menjadi paspampres dadakan karena ada banyak warga yang ingin bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.

Menurut Sueb siapapun diterima Jokowi bahkan ibu-ibu yang habis memegang ikan. "Ya siapapun diterima yang salaman, saya di sebelahnya, saya tahu betul," ujarnya.
Loading...

Post a Comment Disqus

 
Top