0 Comment
Keluarga mengaku masih tak percaya dengan tewasnya Eka Rakhma Apriliyanti (24) karena dibunuh di Boyolali. Eka dikenal sebagai pribadi yang baik dan tak punya masalah.


"Anaknya baik, kalau tidak percaya tanya saja semua orang sini. Semua ditanya," tutur sepupu korban, Rahyuwono, di rumah duka, Dusun Ngadigunung, Desa Windusari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang Senin (3/12/2018).

Menurutnya, korban juga ramah kepada semua orang.

"Ya baik lah anaknya, pendiam iya, tapi kalau orang Jawa bilang sumeh gitu. Ya sering senyum sama orang, sering sapa. Anaknya juga tidak pernah neko-neko," imbuhnya

Baca juga: Pembunuhan di Boyolali, Korban Diperkosa Sebelum Meninggal

Keluarga menerima kabar pembunuhan Eka pada Minggu (2/12) pagi dari anggota kepolisian Polsek Windusari.

"Saya ya sangat terkejut, kebetulan Sabtu malam kan nggak tidur sampai jam 1 pagi. Minggu pagi itu dikasih kabar sama bapak kepolisian yang dari sini juga terkejut," katanya.

Selama ini, korban diketahui bekerja sebagai kasir di salah satu toko bangunan di Boyolali. Korban sudah menekuni pekerjaannya tersebut selama satu setengah tahun terakhir.

Atas musibah yang menimpa korban, keluarga hanya bisa berharap agar pelaku diberikan hukuman maksimal dan setimpal.

"Yaa dihukum semaksimal mungkin, jangan sampai hal-hal semacam itu terjadi lagi. Kalau hukuman cuma enteng-enteng nanti ada lagi generasinya, saya cuma pesan sama pak polisi ya nyawa dibayar dengan nyawa gitu saja," tandas Rahyuwono.
(Pertiwi/sip)
Loading...

Post a Comment Disqus

 
Top