0 Comment
Mantan pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl turut merespons dugaan pengaturan skor di final Piala AFF 2010 yang hingga kini menyisakan misteri.


Riedl yang menangani Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 mengaku tidak pernah mendapat informasi pasti soal dugaan pengaturan skor. Bila memang ada, ia mendesak untuk menyertakan bukti konkret ketimbang asal bicara.

"Jika seseorang berbicara tentang pengaturan pertandingan [masalah yang sangat buruk], maka Anda membutuhkan bukti 100 persen," kata Alfred Riedl.
"Jika Anda tidak memiliki bukti, maka jangan bicara! Karena bisa memicu pencemaran nama baik," sambungnya.

Kala itu, pasukan Merah Putih tampil trengginas di fase grup dan semifinal usai menyingkirkan Thailand serta Vietnam. Namun, skuat arahan Riedl secara mengejutkan tampil di bawah performa di laga puncak.

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia lewat agregat 2-4 usai bermain dua leg di final. Skuat Garuda kalah 0-3 di Malaysia dan hanya mampu menang 2-1 di Jakarta.


Kekalahan ini menyisakan cerita sendiri. Banyak kalangan menduga ada praktik pengaturan skor di dalamnya.

Mantan manajer Timnas Indonesia Andi Darussalam Tabusalla mengakui ada indikasi suap terkait pengaturan skor di final Piala AFF 2010. Meski tidak menuduh pemain, namun Andi Darussalam menyoroti blunder yang dilakukan Maman Abdurrahman.

Pria berusia 69 tahun itu juga mendesak Andi Darussalam menyertakan bukti otentik jika memang benar-benar terjadi praktik mafia skor di Piala AFF 2010.

"Saya tidak pernah mendapat informasi tentang kemungkinan pengaturan pertandingan selama Piala AFF 2010 sampai hari ini. Jika sahabat saya Andi tahu lebih banyak tentang hal tersebut, maka dia harus menunjukkan bukti," ujar Riedl.
Loading...

Post a Comment Disqus

 
Top