Perjalanan Hercules Dedengkot Jakarta Yang Bolak-balik Tahanan

Perjalanan Hercules Dedengkot Jakarta Yang Bolak-balik Tahanan

Mata Rakyat - Polres Metro Jakarta Barat menangkap Hercules Rozario Marshal, dengan tuduhan melakukan pengrusakan dan aksi pendudukan terhadap lahan ruko milik PT Nila Alam, di Kalideres, Jakarta Barat. Aksinya dianggap sebagai premanisme oleh Kapolres Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi.

"Kasusnya itu terkait dengan penyerangan kompleks ruko di Kalideres, PT Nila, oleh 60 orang preman dipimpin langsung oleh Hercules. Jadi dia melakukan penyerangan, kemudian mengambil alih kantor pemasaran, kemudian menguasai lahan secara tidak sah. Kemudian ada juga beberapa ruko pun disewakan. Terhadap pemilik ruko juga dimintai uang setiap bulannya oleh kelompok Hercules ini," papar Hengki, kepada wartawan Rabu (21/11/2018).

Tak hanya kali ini saja, Hercules pernah dijerat dengan aksi premanisme pada beberapa tahun lalu. pada 8 Maret 2013. Penangkapan saat itu terkait laporan kasus pemerasan di Kembangan, Jakbar.

Kemudian pada 3 Agustus 2013, Hercules kembali ditangkap setelah keluar dari tahanan. Hercules saat itu ditangkap tim pemburu preman Polres Jakbar dengan surat penangkapan baru.


Namun, siapa sangka, preman ini pernah mendapat penghargaan Bintang Seroja atau Satyalancana Seroja. Penghargaan ini diberikan kepada Polri, TNI, atau warga sipil yang dianggap berjasa dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Operasi itu disebut operasi militer terbesar yang pernah dilakukan oleh Indonesia.

"Saya penerima penghargaan Seroja dari pemerintah," kata Hercules saat berbincang, di jalan Kemanggisan, Jakarta Barat, Minggu (26/2/2012).


Perjuangan dia di Timor Timur membuat dia dekat dengan beberapa tokoh nasional termasuk Prabowo Subianto. Operasi Seroja pun yang mengangkat Prabowo dalam karir militernya.

Hercules merasa dekat secara emosional dengan Prabowo karena Operasi Seroja. Namun, bukan hanya kepada Prabowo seorang dia merasakan itu.

"Jadi bukan hanya Prabowo saja. Tidak ada hubungannya dengan yang lain selain emosional," terangnya.

Akibat ikut dalam Operasi Seroja, Hercules kehilangan tangannya. Setelah itu, dia memutuskan untuk merantau ke Jakarta tahun 1987.

Awalnya, dia tinggal di Hamkam Seroja dan mendapat pelatihan. Lantas, dia memutuskan untuk 'bermain' di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Saat itu saya sudah main ke Tanah Abang dan setelah selesai di Hankam, saya ke Tanah Abang lagi. Saya merebut daerah hitam dan di situ pertarungan sengit,"kata Hercules.

Bagi Hercules, Tanah Abang menjadi lokasi yang menyeramkan kala itu. "Hampir tiap malam ada orang mati," ucap Hercules.


Dia membangun kekuatan di Tanah Abang dengan kumpulkan teman-temannya dari Timor Timur. Seiring waktu, kekuatan kelompok Hercules disegani se-Jakarta dengan pasukan sekitar 17.000 orang.

"Sekarang teman-teman saya sudah balik semua ke Timor Timur," kata Hercules.

Hercules pun punya pengertian sendiri soal preman. Baginya, preman berasal dari kata free man atau manusia bebas. Preman yang muncul karena masalah pendidikan dan tidak dimilikinya keterampilan untuk berkembang. Namun jika preman itu melakukan tindakan kekerasan maka adalah tanggung jawab kepolisian untuk menindaknya.

Biasanya, preman ini berakhir bekerja sebagai debt collector. Hercules pun juga mengakui dirinya pernah bekerja debt collector. "Ya kalau tidak dibayar ya saya tagih," katanya.
Loading...