0 Comment
Beberapa waktu terakhir, isu penculikan terhadap anak-anak di beberapa lokasi di Banyumas, Jateng, menyebar viral di media sosial. Polres Banyumas telah menyelidiki informasi tersebut. Begini hasilnya.
"Informasi yang disampaikan bahwa ada orang-orang yang mengincar anak-anak untuk diculik itu berita bohong, hoax, tidak bisa di pertanggungjawabkan," kata Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Kamis (18/10/2018).

Dalam informasi yang beredar itu, terdapat tiga lokasi yang disebut ada penculikan yakni di Desa Panembangan (Kecamatan Cilongok), di Grumbul Kutawinangun, Desa Tinggarjaya (Kecamatan Jatilawang) serta di Desa Karangnanas (Kecamatan Sokaraja).

"Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) Kabupaten Banyumas yang turun ke lapangan bersama tim psikologi, didapatkan kesimpulan kabar dari 3 TKP itu tidak benar," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, kejadian di Panembangan berawal dari sebuah kecelakaan pengendara motor. Saat hendak jatuh dia memegang seorang bocah berinisial SI (9) yaang berada di dekat lokasi kejadian.

Kejadian di di Grumbul Kutawinangun, berawal ketika dua anak RP (9) dan BA (9) dikabarkan hilang. Ternyata dari hasil penyelidikan, kedua anak tersebut takut pulang setelah mandi di suguai hingga petang.

Sedangkan kejadian di Desa Karangnanas, adalah adanya pengakuan bocah KN (11) yang mengaku hendak diculik dan sempat dibekap orang tak dikenal. Namun setelah diperiksa tim gabungan, keterangan KN berubah-ubah.

Tri Wuryaningsih, pendamping PPT-PKBGA Kabupaten Banyumas, mengatakan KN sudah 8 tahun ditinggal ibunya ke luar negeri tanpa ada kabar ataupun kontak. Ayah juga bekerja di Jakarta dan jarang pulang. Hal itu yang menyebabkan dirinya berupaya mencari perhatian.

"Kami simpulkan bahwa anak ini memang mengarang cerita terkait penculikan itu untuk mencari perhatian karena sangat membutuhkan perhatian. Dia sempat mendapatkan cerita di lingkungan masyarakat tentang penculikan sehingga dalam pikirannya ada ketakutan karena dia pulang pergi sekolah sendirian," ujar Tri Wuryaningsih.

AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan akibat isu penculikan 3 lokasi tersebut, ada 2 orang menjadi korban persekusi saat tengah melintas di suatu daerah karena perilakunya dianggap mencurigakan. Keduanya ditangkap warga lalu diserahkan pada kepolisian dengan dugaan sebagai orang yang akan melakukan penculikan.

"Ada dua orang laki-laki dan perempuan (ditangkap warga). Setelah kita koordinasi dengan rumah sakit jiwa, kedua orang ini diduga mengalami gangguan jiwa," tegasnya.
Loading...

Post a Comment Disqus

 
Top